5 Trik Memilih Pasangan Hidup yang Ideal. Kamu yang Kebelet Cari Jodoh, Wajib Baca


Yang jomblo kepingin cepet-cepet dapat gebetan, yang sedang nyari pacar kebingungan milih pasangan yg bisa dibawa sampe mangkat . Yang telah pacaran lirik sana lirik sini untuk mencari yang lebih baik menurut yg sedang digandeng.  Beberapa orang menganggap jodoh adalah misteri, sisanya gonta – ganti pacar seperti beli handphone. Sesungguhnya, pasangan hayati ideal itu tidak jauh menurut keberadaaan kita. Kok mampu Ndro….?

1. Mengenali diri sendiri itu penting
Saya bukan suhu atau paranormal. Saya orang normal menggunakan suhu badan 37 derajat Celcius. Saya nir ngawang, aku  tetep nginjek tanah. Saya juga bukan peramal, saya orang yang usil dan senang mengamat-amati tingkah laris orang lain. Lantaran itu jangan menduga bahwa tips mencari jodoh ini niscaya jitu. Saya sharing tentang cinta saja, apabila suka  terima kasih, kalo nir senang silakan dimaki.

Sementara itu, kuat-kuatlah berdoa, minta pada Tuhan, " Jauhkanlah si doi berdasarkan orang-orang yang ingin mendekatinya. Kalau si doi bukan jodohku, maka jodohkan diriku dengan dirinya."

2. Actually, hanya ada dua jenis pilihan pasangan yang kepadanya kamu akan jatuh cinta

Ramalan tentang jodoh yang tepat buat engkau  sebenarnya dapat dibagi sebagai dua jenis insan saja. Pasangan yang sejenis menggunakan kamu yg apa-apa langsung mengiyakan kata-katamu atau pasangan yg bertolak belakang. Hati-hati kalau ketika ini engkau  antagonis dengan doi, mampu jadi ….

Jadi, termasuk jenis apakah kamu ini ?

3. Teori kepribadian
Menurut teori Hartman & Galenus, terdapat 4 kepribadian insan. Dan menurut keempat insan ini dapat digabungkan sebagai 2 jenis. Kepribadian aktif & kepribadian pasif, optimis dan pesimis, spontan dan defensif, tenang dan militan. Nah, sekarang jenis kamu yg mana ?

4. Bagaimana jika menentukan pasangan yg sejenis ?
Hidup itu pilihan, demikian juga menggunakan jodoh. Memilih pasangan hidup yang sejenis itu mengagumkan karena eksklusif klik. Pola pikirnya hampir sama, ritme-nya hampir sama. Saya katakan hampir sama lantaran pada kenyataannya tidak ada yang sahih-benar sama. Hanya garis besarnya saja yg sama. Prinsip hidupnya memang sama, cara melakukannya tidak sama.

Jika engkau  memilih pasangan yg homogen maka hayati engkau  akan daaaataaaar sekaaaleeee. Lah wong sifatnya hampir sama, yah akeh setujunya daripada nir. Akeh nyambungnya daripada disconnect'e. Yang kentara, menikah dengan orang yg sejenis itu tenang, jarang ada perang terbuka. Kamu bisa menghitung menggunakan jari perkara yg mengakibatkan perang terbuka menggunakan pasangan kamu. Kamu lebih sering putusan bulat daripada tidak sepakatnya. Itulah enaknya memilih pasangan hayati yang sejenis.

Sebelum pacaran sama pacar aku  kini   ini, saya pernah berpacaran menggunakan seorang yg kepribadiannya bertolak belakang. Dia Sanguinis Phlegmatis sedangkan saya Melankolis Kholerik. Kalau aku  memilih utara, dia menentukan ke selatan, jikalau aku  bersedih, dia cuma menyampaikan jangan dipikirin. Kalau aku  lagi emosional, beliau nir berempati. Bukan keliru dirinya memiliki kepribadian periang & optimis. Sama halnya dengan saya, yg tidak meminta dilahirkan sebagai seorang Melankolis Kholerik. Saya hanya sedang berpacaran dengan orang yg berlawanan menggunakan diri aku .

5. Memilih pasangan hayati yang bertolak belakang membuat hidup lebih dinamis

Selain perdebatan tentang bagaimana melakukan sesuatu, dan tentunya tiada hari tanpa perang terbuka….^-^. Karena pada dasarnya memang tidak sinkron. Ketika ketemu gegeran, waktu berpisah jadi kangen karena dunia ini sebagai sepi. Lah wong biasane rame sekarang jadi sepi. Jelas terdapat sesuatu yg hilang. Bertolak belakang berarti saling melihat kelebihan sekaligus kekurangan diri kita. Jika pandangan kita hanya pada kelemahan pasangan, maka akan terdapat perang sepanjang hayati kita. Sebaliknya apabila penekanan kita alihkan pada kelebihan pasangan kita, maka engkau  akan mengalami hidup yang luar biasa.

Kamu berhak memilih pasangan hidupmu sendiri. Ketahuilah resiko dan manfaatnya. Jika engkau  memilih pasangan hayati yang homogen, maka hidupmu akan nyaman, damai dan datar. Tidak ada yang galat menggunakan kehidupan semacam ini. Enak kok, cita rasanya senang  menggunakan keadaan misalnya ini.

Sebaliknya, jika kamu memilih pasangan hidup yang bertolak belakang maka kamu akan mempunyai hayati yang berwarna – warni, dinamis dan selalu ada yang baru setiap hari. Life is an Adventure ! Tetapi kesenangan ini wajib  dibayar mahal dengan ratusan pertengkaran, disparitas pendapat & cara melakukan sesuatu. Lah wong kamu tidak selaras pada segala sesuatunya…. Wajar bukan jika harus terjadi penyesuaian ?

Click to comment