6 Cara Memilih Pasangan Hidup yg Tepat Sebelum Menikah


Setiap pasangan yg menikah mengingkan kehidupan yg awet dan senang . Tetapi, banyak yang keliru menentukan pasangan hingga akhirnya berujung pada perceraian & perpisahan. Untuk itu sebelum menetapkan menikah ketahui terlebih dahulu kriteria dalam memilih pasangan yang tepat.

Berikut cara memilih pasangan hidup dan belahan jiwa yg sempurna dari Edy Wiyono atau yg lebih terkenal dengan nama Ayah Edy dalam bukunya yg berjudul Jangan Salah Pilih Pasangan.

1. Bibit, Bebet dan Bobot
Orang Jawa memiliki Filosofi dalam menentukan jodoh yakni menurut bibit bobot bebet. Menurut pakar parenting dan penggagas Gerakan Indonesia Strong From Home, Ayah Edy, konsep tersebut penuh kearifan dan masih bisa diterapkan sampai kini  .

Bibit adalah cara seseorang memilih pasangan dengan melihat faktor genetik atau keturunannya, bukan hanya soal pewarisan karakter fisik namun jua sifat dasar. Seperti contohnya sifat pendiam, cerewet, lebih banyak didominasi atau pasif adalah ciri-ciri sifat output warisan generasi sebelumnya.

Sementara itu, bobot adalah kualitas lahir batin seorang seperti potensi yg dimiliki. Menurut Ayah Edy, cara menilai bobot pasangan adalah dengan memperhatikan waktu dia berbicara, apakah dia memiliki visi, tujuan dan rencana hidup.

Sedangkan Bebet merupakan asal usul keluarga. Beberapa orang berkata pada dalamnya termasuk pula status sosial, prestise dan kekayaan keluarga tersebut. Tetapi di dalam kitab   238 laman ini, Ayah Edy pula menambahkan yang jauh lebih krusial menurut itu merupakan melihat latar belakang famili: Apakah famili calonmu termasuk keluarga baik-baik dan bagaimana jua pola pengasuhan yg mereka terapkan pada calonmu?

2. Keseriusan
Bila perilakunya tidak memberitahuakn keseriusan, berarti beliau jelas bukan soulmate. Tak terdapat gunanya dipertahankan. Ada beberapa hal buat mengukur keseriusan pasangan antara lain yaitu sempurna janji, berani bertemu orangtua, & menciptakan rencana yang jelas.

3. Kecocokan
Kecocokan merupakan kunci buat menjalin interaksi pernikahan yang awet dan bahagia. Sebelum engkau  menetapkan cocok atau nir, coba periksa jauh ke pada hatimu benarkah engkau  merasa cocok dan mendapat norma tidak baik atau kekurangannya dan jangan berharap beliau kelak akan berubah.

"Jangan buru-buru menyampaikan cocok hanya karena wajahnya tampan atau anggun, padahal kamu belum benar-benar mengenalnya. Ingatlah, ketampanan & kecantikan akan pudar. Yang kekal merupakan kecocokan dan kebaikan," tulis Ayah Edy di pada bukunya yang dipublikasikan dalam Juli 2017.

4. Perhatikan Kode-Kodenya
Menurut pria yg jua praktisi pendidikan anak, buat mengenali soulmate terdapat indikasi-indikasi atau kode yg bisa engkau  'baca'. Selain indikasi-indikasi fisik seperti wajib  putih atau berhidung mancung, kode buat menemukan belahan jiwamu jua mampu berupa cara bicara, tatapan mata, atau bahkan sikap yg cool maupun humoris & senang bercanda.

"Istri aku  misalkan, beliau tertarik dalam saya karena menurutnya saya lucu. Jangan abaikan selera pribadi. Coba tanya pada diri sendiri, kriteria apa yg engkau  inginkan berdasarkan calon suami/istrimu?," imbuh Ayah Edy.

5. Mendukung Rencana Kehidupanmu
Belahan jiwamu cuma satu dan dia adalah orang yang akan mendukung impianmu. Jika orang yg sedang dekat denganmu saat ini justru menentang life plan atau cita-cita hayati engkau , akbar kemungkinan dia bukan belahan jiwamu.

"Dalam menentukan soulmate,jangan hanya berpedoman dalam cinta. Cinta itu buta. Rasa cinta umumnya akan hadir apabila engkau  kerap menghabiskan saat beserta seseorang," tulis Ayah Edy.

6. Dengarkan Kata Hati Bukan Kata Orang Lain
Ketika kamu bersama soulmatemu, hati akan damai. Kamu akan merasa cocok dan nyaman menggunakan beliau. Menurut Ayah Edy, jangan pernah memaksakan diri menikah menggunakan seseorang hanya lantaran terpaksa atau desakan  orangtua & lingkungan.

Click to comment