7 Kiat Memilih Pasangan Hidup yang Tepat


Jodoh, maut, & rezeki adalah hak prerogatif Tuhan Yang Maha Esa. Tapi bukan berarti Anda hanya diam saja menunggu jodoh datang mengetuk pintu rumah.

Tetap harus diupayakan, lantaran Anda layak mendapat jodoh atau pasangan hayati yg tepat.

Tetapi, memilih pasangan hayati memang tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi beliau merupakan seseorang yang akan menemani Anda di sisa umur.

Tentu proses pemilihannya wajib  dilakukan secara hati-hati dan penuh kecermatan.

Meski demikian, tidak wajib  selalu minta bantuan orang tua atau saudara buat sanggup menerima pasangan hidup yg cocok.

Anda sanggup melakukan 7 kiat pada bawah ini agar bisa segera menemukan belahan hati yg akan sebagai pasangan sejiwa dan separuh napas Anda.

1. Kenali Diri Sendiri Lebih Dalam
Sebelum mulai mencari pasangan hayati sehati, usahakan kenali lebih pada siapa & seperti apa diri Anda. Dengan mengetahui karakter & sifat yg ada pada diri, Anda akan tahu pasangan hayati menggunakan karakter & sifat seperti apa yang cocok dengan diri Anda.

Apabila merasa kesulitan buat mengetahui lebih mendalam tentang diri Anda sendiri, coba tanyakan kepada teman atau saudara yg dekat dengan Anda. Mereka niscaya akan membeberkan misalnya apa diri Anda pada pandangan mereka.

Jangan langsung baper jika mereka menyebut kejelekan atau kekurangan Anda. Lantaran berdasarkan situlah Anda akan memahami bahwa pasangan yang harus dihasilkan adalah yg sanggup menutup kekurangan yg Anda miliki.

Begitu juga kebalikannya, Anda wajib  sanggup menutupi kekurangan yg dimiliki calon pasangan hidup Anda.

2. Usahakan Seiman
Dalam memilih pasangan hayati memang sebaiknya mempunyai iman yg sama. Memang, cinta tidak pernah mengenal kasta, tahta, maupun agama.

Tapi saat pasangan hayati Anda mempunyai keyakinan yang berbeda, cenderung akan membawa efek kurang baik bagi kehidupan Anda nantinya.

Anda pasti wajib  berjuang buat sanggup mendapatkan legalitas pernikahan. Karena Undang-undang pernikahan pada Indonesia belum mengatur secara khusus buat pernikahan beda agama.

Tafsir dari Pasal dua ayat (1) UU No.1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan merupakan perkawinan yg sah merupakan perkawinan yg dilakukan dari aturan masing-masing agama & kepercayaannya.

Jadi buat bisa tercatat pada Kantor Catatan Sipil, pasangan yg menikah beda kepercayaan  harus melakukan pernikahan sinkron cara galat satu agama yang dianut oleh pasangan tersebut.

Kalau punya uang lebih mampu menikah pada luar negeri dan menerima legalitas di sana. Kemudian barulah mendaftarkan ke Catatan Sipil setempat. Ribet ‘kan?

3. Dapatkan Pasangan yang Bertolak Belakang
Nah jikalau yg ini sangat dianjurkan untuk tidak selaras. Kok malah dianjurkan buat menerima pasangan hidup yang bertolak belakang?

Hal yg bertolak belakang di sini adalah yg menyangkut kepribadian & sifat yang dimiliki. Percayalah, disparitas yg dimiliki akan menciptakan hidup Anda lebih berwarna.

Ingat, nir ada satu orang pun pada global ini sama persis. Bahkan kembar identik pun akan punya sejumlah disparitas sifat.

Apalagi ini yg tidak sinkron ayah & lain bunda. Pasti akan punya perbedaan yang melingkupi interaksi batin Anda menggunakan beliau, baik saat ini juga nanti.

Memang, perbedaan ini berisiko memunculkan perdebatan hingga pertengkaran. Tapi ini adalah bagian dari kehidupan tempat tinggal   tangga yg wajib  dijalani untuk menerima kebahagiaan.

Lantaran itu penekanan pada kelebihan pasangan Anda, bukan pada kekurangannya.

4. Selalu Merasa Nyaman Bersamanya
Ini merupakan keliru satu pertanda termudah buat memilih pasangan hidup yang sempurna.

Apabila Anda sanggup seringkali merasa nyaman saat berada di sampingnya, itu merupakan indikasi bahwa beliau merupakan seseorang yang pas bagi Anda. Seolah-olah Anda tidak mau & tak mampu pulang berdasarkan sampingnya.

Tapi hati-hati, Anda wajib  sanggup membedakan rasa nyaman menggunakan cinta buta.

Apakah rasa nyaman itu timbul lantaran memang Anda cocok dengan sifat dan pembawaannya, atau hanya sekadar perasaan yang dibutakan sang cinta?

Ini wajib  bisa Anda pastikan sebelum akhirnya mengetahui bahwa Anda memang selalu merasa nyaman waktu bersamanya.

5. Status Sosial Setara
Tidak semua disparitas sanggup dijadikan landasan dalam memilih pasangan hayati. Selain perbedaan keimanan, hal yang usahakan dihindari adalah disparitas status sosial yang jomplang.

Kalau cuma sekadar beda-beda tipis sih masih mampu dimaklumi. Tapi kalau disparitas status sosial & ekonomi di antara Anda & pasangan berbeda jauh, ini yang berpotensi memunculkan perkara.

Saat menikah dengan seorang yang diyakini bakal sebagai pasangan sehati, Anda nir hanya menikahi dia saja. Tapi terdapat keluarganya yg pula akan sebagai bagian dari hayati Anda selanjutnya.

Pasangan Anda boleh saja tidak pernah mempermasalahkan disparitas sosial, tapi boleh jadi keluarganya berbeda pandangan.

Baik itu pandangan dari famili inti juga keluarga besar . Akan ada saja yang tidak putusan bulat menggunakan disparitas sosial di antara Anda berdua.

Anda niscaya tidak mau menjalani pernikahan yang banyak digrecokin famili akbar bukan?

6. Cerdas pada Berkomunikasi
Komunikasi merupakan salah  satu faktor krusial pada menjaga keharmonisan mahligai pernikahan. Komunikasi akan sanggup menepis seluruh disparitas yang ada di antara pasangan.

Apa pun perkara yg terjadi dalam sebuah interaksi antara sepasang kekasih sanggup diselesaikan ketika terdapat komunikasi yang baik.

Lantaran itu, pada usaha menerima pasangan hayati yg tepat pilihlah seseorang yg punya kecerdasan dalam berkomunikasi.

Maksud cerdas pada sini adalah beliau bisa memposisikan diri menggunakan baik ketika sedang mendiskusikan sesuatu hal. Termasuk nir mengedepankan ego. Justru wajib  memiliki empati yang besar .

Coba lihat cara komunikasi seorang yg Anda cintai waktu ini:

  • Apakah dia punya kesamaan selalu mengerti dan tahu setiap ucapan Anda?
  • Atau justru selalu mendominasi setiap perbincangan dengan mengedepankan egonya sendiri?


Cermati hal ini semenjak dini supaya Anda nir salah  dalam menentukan pasangan hidup.

7. Akhlak yang Baik
Kunci menurut kebahagiaan sebuah hubungan dalam rumah tangga adalah baik suami atau istri sama-sama memiliki akhlak yg baik.

Ketika salah  satu terdapat yg mempunyai akhlak yang buruk, pasti akan berimbas tidak baik jua bagi pasangannya. Kehidupan pasangan ini niscaya akan sangat berat & penuh ujian kesabaran.

Jika sebuah interaksi sudah dilandasi sang akhlak yang baik, maka kehidupan rumah tangga pun bakal cenderung baik. Termasuk saat lalu mempunyai keturunan, kebaikan ini akan diturunkan pada anak-anak mereka.

Sungguh sebuah kehidupan tempat tinggal   tangga yg indah waktu seluruh anggotanya punya kecenderungan visi buat menjaga akhlak tetap bersih dan rupawan.

Click to comment