7 Tanda Pacar Kamu Serius Atau Tidak buat Masa Depan! Lihat pada Sini!


Apa engkau  pernah merasa gundah & bimbang lantaran pacar kamu masih main-main atau serius? Atau kamu sudah bekerjasama selama lebih menurut dua tahun tapi belum diberikan kepastian?

Hidup kamu dengan si beliau sudah sangat berwarna, engkau  bertambah tua beserta beliau, tetapi kamu merasa hayati harus masuk ke jenjang yang lebih serius. Kalau engkau  nir mau menghabiskan ketika dengan seseorang yg “SALAH”, kenali 7 tandanya:

1. Si dia pacaran denganmu hanya sebatas fisik saja atau berusaha memaknai lebih dalam interaksi kalian berdua?

Ingat-ingat balik  dan perhatikan apa saja yg dilakukan si beliau pada saat berduaan. Apakah beliau hanya menggenggam tanganmu, mencium pipimu & memeluk tubuhmu? Ataukah beliau melakukan hal yang jauh lebih dalam dari sekedar tindakan-tindakan yg konkret secara fisik tadi? Apakah dia berusaha memahami impianmu supaya bisa terwujud bersama dengannya & membina hubungan sesuai dengan keinginan kalian berdua? Apabila sang pacar hanya mengungkapkan perasaan cintanya dengan tindakan fisik apalagi apabila beliau eksklusif marah bila tidak dipenuhi keinginannya, maka dia tidak berniat buat berfokus denganmu. Ungkapan cinta secara fisik memang diperlukan, tetapi itu bukanlah hal yang primer dalam membina sebuah interaksi yg berfokus.

2. Jika kalian bertengkar, apakah kali ini si dia akan marah, menyerah kemudian pulang meninggalkanmu atau malah mencoba memahamimu dan mencari solusi terbaik buat kalian berdua?

Menerima kekuatan seseorang sangatlah gampang, tapi lain halnya apabila telah terkait dengan area kelemahan yang mungkin menciptakan kita tidak nyaman, menyebalkan, dan sebagainya. Apa respon yg ia berikan ketika berhadapan dengan kelemahanmu serta begitu juga kebalikannya? Apakah ada sikap nir menyerah? Apakah terdapat bisnis buat mengerti perasaan satu sama lain? Apakah ada keingintahuan buat menggali apa sebenarnya pemicu yg menimbulkan amarah, kesedihan, atau kekecewaan agar ke depannya dapat dihadapi lebih baik lagi? Atau respon yg dimuntahkan hanya misalnya nir peduli dan ingin cepat menyerah?Apabila, respon terakhir yang engkau  rasakan dari pasanganmu…kemungkinan akbar beliau tidaklah berfokus.

3. Apakah terdapat virtual buat membangun keluarga yang seperti apa?

Setiap orang pasti punya bakat dan impian pribadi…namun, waktu menjalani sebuah interaksi yg serius, akan timbul satu lagi virtual yang melibatkan ke 2 pihak, yaitu virtual tentang keluarga misalnya apa yang ingin dibangun di masa depan. Apakah pasangan menyambut topik semacam ini? Atau justru menghindar?

4. Bagaimana perasaan kalian saat sedang berjauhan?
Hubungan yang sudah sebagai serius akan mempunyai elemen kedewasaan, termasuk mengenai hal apakah harus bertemu tiap hari atau tidak. Dalam interaksi yg belum dewasa, keharusan buat bertemu setiap hari mungkin adalah hal yg mutlak. Namun, apabila interaksi tadi telah lebih dewasa, maka kuantitas bukanlah hal primer. Kualitas merupakan hal yang utama. Apakah kalian memiliki perasaan “tidak lengkap” terhadap satu sama lain apabila sedang berjauhan? Sebuah perasaan yang menciptakan kalian menjadi seperti tempat tinggal   (home) buat satu sama lain. Walaupun tidak selalu bertemu tiap hari, tetapi ada kerinduan untuk selalu mampu bersama.

5. Apakah terdapat acceptance? Apakah engkau  merasa aman menjadi dirimu sendiri?

Hubungan yang serius dan mendalam, akan melibatkan unsur acceptance. Kamu mampu merasa diterima sepenuhnya, termasuk kelemahan-kelemahanmu. Kamu sanggup jadi apa adanya pada depan pasangan, tak perlu wajib  selalu jadi orang bertenaga, dan mampu vulnerable mengenai hal yang membuatmu sedih, takut, dan sebagainya. Apakah ada unsur ini pada pada interaksi yang sedang kamu jalankan?

6. Apakah keluarga menjadi atau tidak menjadi bagian berdasarkan hubungan kalian?

Apabila sebuah hubungan mulai serius, maka pasangan umumnya akan mulai memperkenalkan kamu ke anggota keluarganya. Membuka tentang asal usul famili termasuk ke dalam area personal, apalagi apabila latar belakang keluarga seorang itu bukanlah famili yang ideal (broken home, ada anggota keluarga yang bermasalah, & sebagainya). Hubungan yg berfokus akan membawamu hingga ke lingkup yg lebih luas & galat satunya adalah keluarga.

7. Apabila sang pacar berfokus, dia tak akan ragu buat membawa interaksi kalian ke tahap selanjutnya

Apakah terdapat tanda-tanda pasangan mau membawamu ke langkah yg lebih berfokus, misalnya tunangan, mungkin pembicaraan tentang rumah masa depan, dan lainnya? Apabila dia tidak melakukannya atau bahkan menghindar ketika engkau  menanyakan, maka sudah sangat kentara bahwa beliau tidak berniat serius.

Click to comment